Home » , » Pengertian dan Hakikat Metode Penelitian

Pengertian dan Hakikat Metode Penelitian

Written By Syahrullah Syam on Minggu, 16 Desember 2012 | Minggu, Desember 16, 2012

Pengertian dan Hakikat Metode Penelitian yaitu Rasa Ingin Tahu yang mendorong terjadinya penelitian. Penelitian merupakan penyaluran hasrat keingintahuan manusia dalam taraf keilmuan atau dapat juga diartikan sebagai mempertanyakan. Penelitian merupakan suatu proses. Peneliti adalah orang yang melakukan kajian atau penelitian atas berbagai fenomena-fenomena yang terjadi. Metode Penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 
Berfikir ilmiah harus bersifat skeptik, analitik, dan kritik. 
1. Skeptik yaitu selalu menanyakan bukti atau fakta yang dapat mendukung setiap pernyataan 
2. Analitik yaitu selalu menganalisa setiap pertanyaan atau persoalan mana yang relevan dan mana yang tidak relevan.
3. Kritik yaitu selelu mendasarkan pikiran dan pendapat kita pada logika dan teori-teori dan mampu menimbang berbagai hal secara objektif berdasar data dan analisis akal sehat (commonsense).
Cara ilmiah didasarkan pada ciri-ciri keilmuan:
1. Rasional
2. Empiris 
3. Sistematis

Sifat Penelitian Ilmiah yaitu selalu mempertanyakan pengetahuan-pengetahuan yang telah ada serta harus memerikasa kembali kemampuannya untuk membantu kita menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kita hadapi pada saat ini dan esok, serta bukannya bagaimana kemampuan memecahkan persoalan kemarin. Karena itu, sifat peneliti ilmiah adalah berkemauan serta berkemampuan mempertahankan obyektivitas hasil penelitian, berkemauan serta berkemampuan menyesuaikan diri dalam arti luas serta bersifat terbuka.

Pengetahuan merupakan sesuatu hal dan berkaitan secara langsung dengan suatu hal yg nyata (misal: aritmatika-->bilangan; biologi-->benda hidup) atau segala sesuatu yang diketahui mengenai objek tertentu. Pengetahuan ilmiah memiliki pertalian yang tertib menurut suatu asas tata tertib tertentu diantara bagian-bagian yg merupakan pokok soalnya (subject-matter) lahir krn keingintahuan manusia. Pengetahuan yang diperoleh melalui suatu proses bertujuan untuk memperoleh kebenaran. 

Theory of Coherence adalah sesuatu yang dianggap benar apabila dia koherens (konsisten) dengan pengetahuan yang terlebih dahulu ada dan sudah dibuktikan kebenarannya.
 
Teori Koherensi

                                  Pengetahuan yang Benar                               Pengetahuan Benar



Kebenarannya sudah dibuktikan             Pengetahuan ini benar apabila konsisten dengan pengethaun yang sudah ada dan sudah dibuktikan


Contoh: 
Dalil -->Sudah dibuktikan dan benar
Suatu Pengetahuan -->Suatu pengetahuan itu benar apa-bila sesuai dengan dalil yang benar
Kesimpulan bersifat deduktif -->ditarik dari suatu yang sifatnya umum yg sudah dibuktikan bahwa dia benar dan kesimpulan itu ditujukan untuk sesuatu yang sifatnya khusus.


Deduktif Reasoning (Peikiran deduktif) 
Kesimpulan
 
Contoh Pernyataan 
Premis Mayor : Semua orang pasti akan mati 
Premis Minor : Ahmad adalah orang 
Kesimpulan: Ahmad pasti akan mati,
Theory of Corespondence -->sesuatu disebut benar jika mempunyai hubungan dgn sesuatu kenyataan yang memang benar. Teori ini didasarkan pada fakta (data) empirik, artinya suatu pengetahuan bisa dianggap benar jika ada fakta bahwa dia benar. Kebenaran disini didasarkan pada kesimpulan induktif (khusus ke umum). 

Teori Korespondensi
                                                                         Kesimpulan          Fakta Empirik
 
                                                                        Statistika Induktif/Inferensial
Contoh : Ibukota Provisi Sulawesi Selatan adalah Makassar
Theory of Pragmatism yaitu pengetahuan disebut benar apabila secara praktis diperlihatkan bahwa itu benar (sifat praktisnya). Karena itu, pengikut teori ini selalu mengatakan bahwa sesuatu benar jika teori tersebut mempunyai kegunaan praktis.
Cara Memperoleh Pengetahuan 
1. Pendekatan Non-Ilmiah yaitu hasil dari pendekatan ini tidak selalu buruk, bahkan kadang-kadang hasil sangat besar manfaatnya. Tidak selalu dapat dibuktikan secara nalar
Diperoleh secara kebetulan : kina-->penyakit malaria 
Trial and Error 
Authority
Kepecayaan (beliefs)
Intuisi
2. Pendekatan Ilmiah
Science yaitu kumpulan-kumpulan yang disusun secara sitematis dari pengetahuan yg dihimpun tentang alam semesta yang hanya diperoleh melalui teknik pengamatan yang objektif melalui metode ilmiah. Metode merupakan kumpulan langkah-langkah kerja yg tersusun secara sistematik untuk mencapai tujuan tertentu. Ilmiah merupakan bebas dari subjektivitas manusia (logico – hipotetico –verificatif = deducto) 
Isi (contetnt definition) adalah akumulasi pengetahuan yang sifatnya terpadu. 
Proses (process definition) merupakan kegiatan yang ditujukan untuk menemukan variabel alami kemudian menghubungkan, menerangkan serta meramalkan hubungan tersebut. Contoh: ramalah cuaca didasarkan pada keadaan gunung, suhu, pohon dsb.
Faktor Penentu dan Tolok ukur Kadar Keilmiahan Suatu Penelitian (Mubyarto & Suratno MP Ekonomi)
1. Faktor Penentu : 
Pengalaman dan keterampilan peneliti,
Besarnya dana dan lamanya waktu penelitian,
Ketersediaan data

2. Kriteria Kadar
Kemampuannya untuk memberikan pengertian (understanding) tentang masalah yang diteliti, sehingga masalah menjadi lebih jelas
Kemampuannya untuk meramalkan (predictive power). Artinya sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai bila data yang sama ditemukan ditempat lain di waktu lain. 
sumber : Materi pembelajaran Dr. Siradjuddin, SE.,M.Si
Share this article :
 
Support : Amalkan Ilmu Berbagi Untuk Semua | Blog SEO Arul
Copyright © 2013. Amalkan Ilmu Berbagi Untuk Semua - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger