Home » , » Konsep Dasar Sistem Manajemen Basis Data

Konsep Dasar Sistem Manajemen Basis Data

Written By Syahrullah Syam on Minggu, 27 Januari 2013 | Minggu, Januari 27, 2013


Konsep Dasar Sistem Manajemen Basis Data | Menurut Fathansyah (1999:2) basis data dapat didefenisikan dalam sejumlah sudut pandang seperti :
a. Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
b. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
c. Kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronik.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa basis data adalah sekumpulan data yang saling berhubungan, disimpan secara bersama dalam media elektronik untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

Sedangkan menurut Stephens dan Plew yang dikutip dari buku Jenner Simarmata dan Iman Prayudi (2006:1) basis data adalah mekanisme yang digunakan untuk menyimpan informasi atau data, kemudian Silberschatz mendefinisikan basis data sebagai kumpulan data berisi informasi yang sesuai untuk sebuah perusahaan.

Komponen Dasar Database
a. Perangkat keras (Hardware)
Perangkat keras yang biasanya terdapat dalam sebuah sistem basis data adalah komputer, memory sekunder yang on line dan of line, media atau perangkat komunikasi.
b. Sistem operasi (Operating system)
Secara sederhana, sistem operasi merupakan program yang mengaktifkan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dalam komputer dan melakukan operasi-operasi dasar dalam komputer.
c. Perangkat lunak (Software)
Perangkat lunak berfungsi sebagai perantara antara pemakai dengan fisik dan database, seperti program pengelola, penyimpanan database serta program aplikasi dan prosedur-prosedurnya.
d. Pemakai (User)
Ada beberapa jenis atau tipe pemakai terhadap suatu sistem basis data yang dibedakan berdasarkan cara mereka berinteraksi terhadap sistem:
1. Programmer Aplikasi
Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui data manipulation language (DML), yang disertakan dalam program yang ditulis dalam bahasa pemrograman induk.
2. User Mahir (Casual user)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program.
3. User Umum (End user naïve user)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen.
4. User Khusus (Specializated user)
Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional , tetapi untuk keperluan-keperluan khusus.

Kegunaan Sistem Basisdata (DBMS)
Penyusunan satu basis data digunakan untuk mengatasi masalah-masalah pada penyusunan data seperti :
1. Redudansi dan Inkonsistensi Data. Penggunaan basis data dan teknik-tekniknya dapat mereduksi adanya redudansi data.
2. Perulangan Data. Redudansi data-data dapat berupa data-data berulang berlebihan (tidak perlu). Redudansi menyebabkan terjadinya kesalahan informasi dikarenakan untuk item-item yang berbeda yang pada data tertentu yang sama. Penyimpanan data yang sama mengacu berulang-ulang di beberapa file dapat mengakibatkan juga inkonsistensi (tidak konsisten).
3. Pemakaian bersama data (Multiple User). Basis data yang ada tidak jarang digunakan oleh banyak pemakai. Pemakai dapat diwakili oleh manusia pegguna basis data tersebut, maupun program-program yang berbeda namun menggunakan basis data yang sama. Bentuk basis data memungkinkan adanya pemakai data bersama, sehingga hubungan antar satu sistem (program,pemakai) dengan sistem (program,pemakai) lainnya dapat terjadi.
4. Pembakuan data. Pembakuan data sangat penting tidak saja bagi komputerisasi sistem yang kompleks namun juga untuk efektifitas dana efisien sumber daya manusia di perusahaan. Data yang jelas format bakunya memungkinkan pemeliharaan sistem-sistem aplikasi yang telah ada dan pengembangannya dapat dilakukan dengan mudah.
5. Penentuan Keamanan. Akses atas basis data dapat saja dibatasi dan dapat ditentukan para pemakai yang boleh menggunakannya, baik untuk manipulasi data, melihat data dan yang lainnya dengan tujuan keamanan.
6. Pemeliharaan Integrasi. Integrasi data menjamin data tersebut bernilai besar, konsisten dan saling berkaitan. Hal ini merupakan aspek kritis dalam pengolahan informasi sehingga perlu penanganan khusus.

Relasi Database
Relasi database adalah hubungan antara file yang satu dengan file yang lain dengan menggunakan primery key (kunci utama). Terdapat tiga macam relasi dalam hubungan atribut pada satu file yaitu :
a. One to one relationship
Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah satu berbanding satu.
b. One to many relationship
Hubungan antara file pertama dengan kedua adalah satu berbanding banyak atau dapat pula dibalik banyak lawan satu.
c. Many to many relationship
Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah banyak berbanding banyak.

Share this article :
 
Support : Amalkan Ilmu Berbagi Untuk Semua | Blog SEO Arul
Copyright © 2013. Amalkan Ilmu Berbagi Untuk Semua - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger