Home » » Penanganan Kesalahan Transmisi

Penanganan Kesalahan Transmisi

Written By Syahrullah Syam on Jumat, 25 November 2011 | Jumat, November 25, 2011


Dalam suatu transmisi data dapat terjadi gangguan- gangguan tersebut disebut dengan noise, maka data yang ditransmisikan akan terjadi kesalahan. Di dalam transmisi data yang penting,kesalahan-kesalahan transmisi harus dapat dideteksi dan dibetulkan.Pendeteksian kesalahan transmisi dapat dilakukan dengan teknilk pantulan(echo technique),pengecekan pariti dua koordinat(two-coordinate)atau cyclic redundancy checking.
1. Echo Technique
Echo technique atau disebut juga echoplex merupakan cara pendeteksian kesalahan dengan,cara data yang sudah ditransmisikan dipantulkan atau dikirim balik(echo) oleh penerima kembali ke pengirim.Pengirim kemudian membandingkan hasil yang dikirimkan balik tersebut dengan apa yang dikirimkan,bila keduanya cocok,berarti tidak terjadi kesalahan,bila tidak cocok,berarti terjadi jesalahan dalam transmisi.
-       Paket data yang ditransmisikan oleh Transmitter dibandingkan dengan paket data yang ditransmisi balik oleh Receiver ke Transmitter.
-       Jika paket data yang ditransmisikan sama dengan yang diterima kembali, berarti tidak ada kesalahan transmisi data.
Misalkan data 9 dan 40
9              = 00001001
40            = 00101000
ditransmisikan oleh transmitter kemudian diterima oleh receiver. Reciver ini kemudian mentransmisikan data ini kembali ke transmitter dan transmitter menerima data yang sama yaitu 00001001 dan 00101000 maka tidak ada kesalahan pengiriman data.
-       Jika paket data yang ditransmisikan tidak sama dengan yang diterima kembali, maka paket data akan ditransmisi ulang oleh Transmitter.

2. Two-Coordinate Parity Checking
Two-coordinate parity checking melakukan pendeteksian data yang ditransmisikan dengan jalan memeriksa pariti dari dua arah koordinat.Tiap-tiap karakter yang ditransmisikan diberi tambahan sebuah bit yang berfungsi sebagai parity check dan satu blok karakter yang ditransmisikan diberi sebuah karakter tambahan yang berfungsi sebagai block check character(BCC).BCC disebut juga dengan longlitudinal redundancy check character(LRCC).
Bit pariti(parity bit) untuk tiap-tiap karakter dalam cara ini disebut dengan character parity bit atau horizontal parity bit atau transverse parity bit atau lateral parity bit atau row parity bit. Sedang bit-bit parity pada BCC disebut dengan block check character peryti bit atau longlitudinal parity check atau column parity check atau vertical parity check.
Bila ada sebuah bit yang salah dalam suatu karakter,maka bit tersebut dapat dideteksi dan dibetulkan secara otomatis,karena character parity bit(horizontal parity bit) dan block check charakter parity bit(vertical paerity check)untuk bit tersebut akan tidak benar.
Setiap karakter yang ditransmisikan memiliki bit parity tertentu.
Perubahan nilai bit pada karakter akan merubah nilai parity bitnya.
-  Paket data yang ditransmisikan  dibandingkan dengan data Block Check Character (BCC)
B
I
t
p
a
r
i
t
y
0
0
0
0
0
1
0
0
1
9
K
A
R
A
K
T
E
R

0
0
0
1
0
1
0
0
0
40
0
0
0
1
0
0
0
0
1
BCC

Melalui perbandingan antara karakter yang ditrans-misikan  dengan data Block Check Character (BCC), setiap kesalahan data akan diketahui melalui perubahan bit parity dan lokasi bit karakter yang salah. Bit karakter yang salah lokasi tsb. akan diganti dengan nilai inversnya, dan secara otomatis bit parity-nya akan berubah pula.
3. Checksum
Sebuah teknik untuk mendeteksi apakah sebuah data berubah pada saat transmisi. Checksum dilakukan dengan cara membagi semua data menjadi angka dengan dua karakter, kemudian semuanya dijumlahkan. Semua itu dilakukan oleh si pengirim. Oleh si penerima dilakukan kalkulasi yang sama pula, kemudian hasil kalkuklasinya dicocokan dengan kalkulasi yang dikirim. Jika tidak cocok, berarti data tersebut sudah berubah atau korup saat ditransmisikan.
Contoh data yang dikirim  data 9 dan 40
9          = 00001001
40        = 00101000
Jumlah bit 00001001 dengan bit 00101000 =   00110001
Komplemen bit 00110001 = 11001110
Bit 11001110 adalah bit chekcsum

9          = 00001001
40        = 00101000
Jumlah bit 00001001 dengan bit 00101000 =   00110001
Kemudian jumlahkan bit 00110001 dengan bit checksum yaitu 11001110
00110001 + 11001110 = 11111111
Komplemen bit 11111111 = 00000000
Jika semua bit nya 0 maka tidak ada kesalahan pengiriman data.

4. Cyclic Redundacy Checking
-  CRC merupakan kode pendeteksian kesalahan yang paling umum, dimana setiap blok/frame dari message/data dengan ukuran  b-bit,  ditambah bit-bit atribut tertentu sebanyak s-bit sehingga ukuran setiap frame data yang dikirimkan (b+s) bit.
-  Untuk tiap frame data ke-n (ditentukan dari atribut FCS), pada Receiver akan dilakukan pembagian dengan n, sehingga diperoleh : n.(b+s)/n = (b+s) bit. 
-  Jika ukuran memory hasil bagi adalah : (b+s) bit, berarti frame data yang ditrans-misikan adalah benar. Tetapi sebaliknya jika hasilnya ≠  (b+s) bit, berarti terdapat kerusakan pada frame data yang ditransmisikan.
>>>>>>>>>>>Maaf kalau ada yang salah dalam postingan ini<<<<<<<<<<<<<<<<
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>Semoga Bermanfaat<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<
Share this article :
 
Support : Amalkan Ilmu Berbagi Untuk Semua | Blog SEO Arul
Copyright © 2013. Amalkan Ilmu Berbagi Untuk Semua - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger