Home » » Perilaku Menyimpang

Perilaku Menyimpang

Written By Syahrullah Syam on Jumat, 25 November 2011 | Jumat, November 25, 2011

Perilaku menyimpang secara sosiologis diartikan sebagai setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat. Perilaku seperti ini terjadi karena seseorang mengabaikan norma atau tidak mematuhi patokan baku dalam masyarakat sehingga sering dikaitkan dengan istilah-istilah negatif. Namun, perlu diingat bahwa, menurut Hery Santoso, seorang peneliti dan psiko-terapist, perilaku menyimpang yang keluar dari norma-norma kepatutan itu tidak berlaku hanya dibebankan kepada individu saja, melainkan bisa saja terjadi pada kelompok masyarakat itu sendiri, sebagai misal sesuatu yang telah terlanjur salah kaprah. Penyimpangan disebut pula deviasi sosial.
Contoh kasus: Pada kelompok masyarakat tertentu tidak akan dengan mudahnya dapat menerima atau menghilangkan ingatan dari dalam diri mereka tentang masa lalu seseorang yang dianggap tidak sesuai dengan norma-norma, agama, negara dan hukum yang berlaku. Di mana, mereka seolah-olah tidak dapat melegitimasi perubahan sikap dan sifat seseorang yang bisa berubah secara spontan. Misalnya, mantan seorang napi yang secara tiba-tiba dan dalam waktu sekejab berubah menjadi seorang Mubaligh atau ahli Zikir. Sebaliknya masyarakat umum telah terlanjur melegitimasi suatu kebenaran yang salah kaprah, misalnya mereka tidak dapat dengan mudah menerima atau percaya begitu saja begitu saja kalau seseorang pada hari sebelumnya adalah pemain judi, tetapi saat keesokan malamnya menjadi seorang Imam dalam suatu Majelis Zikir di Masjid maupun Mushollah.
Pengertian penyimpangan menurut para tokoh diantaranya :
1.      Robert Merton melihat penyimpangan dari sudut struktur sosial dan budaya.
2.      James V. Zanden, penyimpangan merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi.
3.      Robert MZ Lawang, perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial yang menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dari sistem itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang itu.
Faktor Perilaku menyimpang
Tindak kekerasan adalah perilaku menyimpang. Kekerasan secara fisik merupakan jenis penyimpangan yang mudah sekali terjadi. Penyimpangan ini bisa jadi berupa sebuah pukulan, tamparan, gigitan, melempar, dan aksi lainnya yang bisa menyebabkan luka fisik, meninggalkan bekas, dan menyebabkan rasa sakit yang sangat.
Kekerasan emosional bisa menjadi hal yang sulit dikenali, karena tidak ada tanda-tanda fisik. Kekerasan emosional terjadi saat berteriak dan marah yang berlebihan atau saat orang tua secara langsung mengkritik, mengecam, atau membuat takut anak atau remaja hingga menyebabkan rasa percaya diri dan penghargaan diri si anak rusak.
Kekerasan emosional ini dapat menimbulkan luka dan menyebabkan kerusakan seperti pada kekerasan fisik. Menelantarkan bisa jadi tipe kekerasan yang paling berat. Penelantaran muncul ketika seorang anak atau remaja tidak memiliki cukup makanan, tempat berlindung, pakaian, perawatan kesehatan, atau pengawasan. Penelantaran emosi terjadi saat orang tua tidak cukup menyediakan dukungan emosi atau sederhananya hanya sedikit meluangkan waktu bagi si anak. Tapi, penelantaran ini tidak termasuk orang tua yang tidak memenuhi keinginan si anak yang meminta komputer atau telepon seluler.
Kekerasan dalam rumah tangga dapat berdampak pada siapa saja. Ini bisa terjadi pada segala jenis keluarga. Terkadang orang tua saling menyimpang satu dengan lainnya dan menjadi hal yang sulit ketika dilakukan di depan anak. Beberapa orang tua melakukan kekerasan terhadap anak baik secara fisik maupun kata-kata kasar dengan dalih melatih disiplin.
Kekerasan tidak hanya terjadi di dalam rumah. Membuat kesal adalah sejenis tindakan kekerasan. Membuat kesal seseorang melalui intimidasi, pembedaan perlakuan, atau mempermalukan di depan orang banyak bisa disebut kekerasan, seperti halnya memukul orang lain. Orang yang membuat kesal orang lain sama saja melakukan kekerasan pada dirinya sendiri.
Faktor yang mempengaruhi penyimpangan:
1.      Faktor dari dalam (motif intrinsik) : berupa intelgensi, usia, jenis kelamin, kedudukan dalam keluarga.
2.      Faktor dari luar: berumah lingkungan rumah tangga, pendidikan sekolah, pergaulan, media massa.
Beberapa contoh perilaku menyimpang:
a.       Penyalahgunaan narkotika.
b.      Perkelahian pelajar.
c.       Perilaku seksual di luar nikah.
Macam-Macam / Jenis-Jenis Penyimpangan Individual (individual deviation)
Penyimpangan individual atau personal adalah suatu perilaku pada seseorang dengan melakukan pelanggaran terhadap suatu norma pada kebudayaan yang telah mapan akibat sikap perilaku yang jahat atau terjadinya gangguan jiwa pada seseorang.
Tingkatan bentuk penyimpangan seseorang pada norma yang berlaku :
1.      Bandel atau tidak patuh dan taat perkataan orang tua untuk perbaikan diri sendiri serta tetap melakukan perbuatan yang tidak disukai orangtua dan mungkin anggota keluarga lainnya.
2.      Tidak mengindahkan perkataan orang-orang disekitarnya yang memiliki wewenang seperti guru, kepala sekolah, ketua rt rw, pemuka agama, pemuka adat, dan lain sebagainya.
3.      Melakukan pelanggaran terhadap norma yang berlaku di lingkungannya.
4.      Melakukan tindak kejahatan atau kerusuhan dengan tidak peduli terhadap peraturan atau norma yang berlaku secara umum dalam lingkungan bermasyarakat sehingga menimbulkan keresahan. ketidakamanan, ketidaknyamanan atau bahkan merugikan, menyakiti, dll.
Macam-macam bentuk penyimpangan individual :
1.      Penyalahgunaan Narkoba.
2.      Pelacuran.
3.      Penyimpangan seksual (homo, lesbian, biseksual, pedofil, sodomi, zina, seks bebas, transeksual).
4.      Tindak Kriminal / Kejahatan (perampokan, pencurian, pembunuhan, pengrusakan, pemerkosaan, dan lain sebagainya).
5.      Gaya Hidup (wanita bepakaian minimalis di tempat umum, pria beranting, suka berbohong, dsb).
Macam-Macam / Jenis-Jenis Penyimpangan Bersama-Sama / Kolektif (group deviation)
Penyimpangan Kolektif adalah suatu perilaku yang menyimpang yang dilakukan oleh kelompok orang secara bersama-sama dengan melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sehingga menimbulkan keresahan, ketidakamanan, ketidaknyamanan serta tindak kriminalitas lainnya.
Bentuk penyimpangan sosial tersebut dapat dihasilkan dari adanya pergaulan atau pertemanan sekelompok orang yang menimbulkan solidaritas antar anggotanya sehingga mau tidak mau terkadang harus ikut dalam tindak kenakalan atau kejahatan kelompok.
Bentuk penyimpangan kolektip :
1.      Tindak Kenakalan. Suatu kelompok yang didonimasi oleh orang-orang yang nakal umumnya suka melakukan sesuatu hal yang dianggap berani dan keren walaupun bagi masyarakat umum tindakan tersebut adalah bodoh, tidak berguna dan mengganggu. Contoh penyimpangan kenakalan bersama yaitu seperti aksi kebut-kebutan di jalan, mendirikan genk yang suka onar, mengoda dan mengganggu cewek yang melintas, corat-coret tembok orang dan lain sebagainya.
2.      Tawuran / Perkelahian Antar Kelompok. Pertemuan antara dua atau lebih kelompok yang sama-sama nakal atau kurang berpendidikan mampu menimbulkan perkelahian di antara mereka di tempat umum sehingga orang lain yang tidak bersalah banyak menjadi korban. COntoh : tawuran anak sma 70 dengan anak sma 6, tawuran penduduk berlan dan matraman, dan sebagainya.
3.      Tindak Kejahatan Berkelompok / Komplotan. Kelompok jenis ini suka melakukan tindak kejahatan baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terbuka. Jenis penyimpangan ini bisa bertindak sadis dalam melakukan tindak kejahatannya dengan tidak segan melukai hingga membunuh korbannya. Contoh : Perampok, perompak, bajing loncat, penjajah, grup koruptor, sindikat curanmor dan lain-lain.
4.      Penyimpangan Budaya. Penyimpangan kebudayaan adalah suatu bentuk ketidakmampuan seseorang menyerap budaya yang berlaku sehingga bertentangan dengan budaya yang ada di masyarakat. Contoh : merayakan hari-hari besar negara lain di lingkungan tempat tinggal sekitar sendirian, syarat mas kawin yang tinggi, membuat batas atau hijab antara laki-laki dengan wanita pada acara resepsi pernikahan, dsb.


Empat klasifikasi penyimpangan sosial:
1.      Perilaku menyimpang yang dianggap sebagai kejahatan atau kriminal, misalnya pemukulan, pemerkosaan, penodongan, pelanggaran UU.
2.      Penyimpangan seksual, yaitu perilaku seksual yang tidak lazim, misalnya perzinahan, lesbianisme, homoseksualitas, kumpul kebo.
3.      Penyimpangan bentuk konsumsi berlebihan, misalnya alkoholisme, narkotika, candu, dan lain-lainnya.
4.      Penyimpangan dalam bentuk gaya hidup lain dari biasanya, misalnya penjudi profesional, perkelahian antar gang, perkelahian pelajar.
Teori Penyimpangan Sosial
Teori penyimpangan Lemert:
1.      Penyimpangan primer, yaitu perbuatan menyimpang yang dilakukan oleh seseorang yang dalam aspek kehidupan lainnya selalu sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
2.      Penyimpangan sekunder, yaitu perbuatan yang oleh masyarakat dianggap sebagai perbuatan sekunder. Contoh penyimpangan yang bersifat sekunder ialah perkosaan, pencurian, perkelahian dsb.
Teori lain soal penyimpangan primer dan sekunder:
1.      Penyimpangan primer adalah penyimpangan bersifat sementara dan tidak terulang kembali.
2.      Penyimpangan sekunder, adalah penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang yang secara khas sebagai seorang penyimpang.
Penyimpangan yang dilakukan remaja disebut juvenile delinquensi.
Teori biologis menilai bahwa faktor biologis sebagai penyebab perilaku menyimpang.
Teori biologis menurut Sheldon tentang tiga tipe dasar tubuh:
1.      Endomorph bertipe bundar, halus, gemuk.
2.      Mesomorph bertipe atletis dan berotot.
3.      Ectomorph bertipe tipis dan kurus
Menurutnya bahwa tipe mesomorph banyak melakukan penyimpangan.
Teori psikologis menilai bahwa penyimpangan disebabkan oleh ketidak mampuan menyesuaikan diri secara psikologis dengan situasi sosial.
Teori konflik menilai bahwa perilaku menyimpang disebabkan konflik kebudayaan khusus yang berlain-lainan (konflik budaya) dan benturan kepentingan kelas sosial (konflik kelas).
Teori sosialisasi, bahwa penyimpangan disebab oleh gangguan (ketidaksempurnaan) pada proses penghayatan dan pengalaman nilai-nilai sosial yang berlaku.
Dr. Graham Baliane, penyalahgunaan narkotika remaja :
1.      Membuktikan keberanian.
2.      Tindakan menentang otoritas orang tua.
3.      Pelepasan diri dari kesepian.
4.      Menemukan arti hidup
5.      Menghilangkan frustasi
6.      Sekedar iseng, ingin tahu
Penyimpangan yang berlebihan dalam masyarakat bisa menyebabkan anomie. Anomie keadan banyak terjadinya pelanggaraan, yang mendorong ke arah “chaos” (kekacauan).

Pada penyimpangan teori biologis, Eleanor Clueck pernah melakukan penelitian terhadap lima ratus anak nakal dibandingkan dengan lima ratus anak-anak biasa. Kesimpulannya anak-anak nakal tersebut memiliki sifat-sifat seperti yang diperlihatkan oleh kelompok Mesomorph (bentuk tubuh atletis, berotot, kuat).
Teori psikologis Sigmund Freud, berhwa perilaku menyimpang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara “id” (naluri), yang tidak mampu dikontrol oleh “ego” (kesadaran diri) dan “superego” (kesadaran nilai-nilai).
Teori psikologis George Herbert Mead, perilaku menyimpang kalau unsur “I” (sifat-sifat impulsif) tidak mampu dikendalikan oleh “Me” kesadaran kemanusiaan.

Share this article :
 
Support : Amalkan Ilmu Berbagi Untuk Semua | Blog SEO Arul
Copyright © 2013. Amalkan Ilmu Berbagi Untuk Semua - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger