Home » » Piramida Raksasa di Indonesia

Piramida Raksasa di Indonesia

Written By Syahrullah Syam on Selasa, 13 Desember 2011 | Selasa, Desember 13, 2011

   

Fenomena Piramida Raksasa di Indonesia. Sejak Pertengahan Februari 2011 yang lalu, VIVAnews di Jakarta sangat gencar menyosialisasikan  sebuah teori yang diinisiasi oleh Yayasan Turangga Seta tentang adanya ratusan bangunan budaya piramida di Indonesia. Pendiri dan Ketua Yayasan tersebut adalah Pak Agung Bimo Sutedjo ,  seorang sarjana pertambangan yang masih sangat muda. Dia yakin bahwa piramida-piramida tersebut  tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua dengan  jumlah yang  lebih banyak dan lebih megah dari piramida-piramida peradaban Mesir dan Maya ( silahkan baca di Google : Piramida G. Lalakon ).  Pak Agung dan rekan-rekannya di Yayasan Turangga rupanya terobsesi oleh teori Prof. Arysio Santos bahwa Indonesia adalah pusat peradaban Atlantis yang hilang.
Keyakinan dan semangat Pak Agung dan rekan-rekannya yang begitu mengesankan akhirnya menuntun mereka ke G. Lalakon di kawasan Soreang, Bandung, dan ke Bukit Sukahurip di kawasan Pengatikan,Garut. Mereka berhasil juga menggaet tiga pakar geologi terkemuka untuk mendampingi mereka meninjau ke lapangan dan melakukan penelitian geolistrik.  Dari hasil geolistrik ( walaupun satu lintasan saja ),  mereka sudah berani bertaruh bahwa di bawah permukaan G. Lalakon tersembunyi sebuah bangunan budaya piramida.
Mang Okim kenal Pak Agung di Gedung Sate, ketika diundang  oleh Pak Wagub Jabar untuk ikut mendengarkan presentasinya ( 3 Maret 2011 ).  Mang Okim surprise juga ketika ada tayangan video selama beberapa menit  yang menampilkan  seorang pakar geologi terkemuka sedang menjelaskan  hasil geolistrik . dengan beberapa anomaly yang memberikan petunjuk akan  adanya bangunan tertentu di bawah G. Lalakon ( silahkan simak di Google ). Atas permintaan  Pak Wagub , mang Okim memberikan komentar bahwa  survey geolistrik bukan alat yang tepat untuk mengukur perbedaan  resistivity di lingkungan gunung api yang begitu massif. Selain dari itu, bentukan alam yang  menyerupai piramida merupakan fenomena geologi yang sangat umum dijumpai ( mang Okim menjelaskan sedikit tentang istilah “ cinder cone “ ).
Semangat yang patut diapresiasi
Semangat Pak Agung dan team yang pantang menyerah patut kita apresiasi. Walaupun telah  dianjurkan untuk tidak melakukan penggalian kalau tidak didampingi oleh instansi berwenang di Jawa Barat atau Jakarta, , penggalian dilakukannya juga tanggal 14 Maret 2011 selama 3 hari ( dengan  izin Pak Kades ). Menurut cerita masyarakat di Kampung Badaraksa, rombongan datang dengan 9 mobil (  Jakarta, Yogyakarta dan Bogor ). Mereka naik ke puncak G. Lalakon diantar Pak Kades ( ada pakar geologinya ) dan sebagian berk emah di lokasi penggalian ( baca reportase VIVAnews di Google tanggal 18 Maret 2011) .
Kemaren, Sabtu 19 Maret 2011, mang Okim ( KRCB ) , Pak Lutfi Yondri ( Balai Arkeologi Bandung ), Pak Ryan ( Sespri Pak Wagub ), dan Pak Didik ( rekan Pak Ryan ), iseng-iseng meninjau ke G. Lalakon. Di Kampung Badaraksa, berita penggalian telah menyebar luas, katanya bertujuan untuk mencari piramida / harta karun . Team Pak Agung yang kami harapkan bisa dijumpai ternyata telah meninggalkan lokasi ( konon akan kembali dalam beberapa hari ) . Dengan diantar 2 anak kecil dan disusul kemudian oleh 2 pengawas dari Indonesia Power, kami berempat merayap selama 1,5 jam menuju  ke lokasi lubang penggalian di puncak G. Lalakon ( sangat dekat dengan fasilitas Menara Listrik Saguling ).
Akhir sebuah harapan
Rombongan mang Okim berada di lokasi penggalian sekitar 1,5 jam ( sempat kehujanan ). Setelah mengadakan pengamatan seperlunya, mang Okim dan juga rekan-rekan yang lain langsung mengirimkan beberapa pesan sms ke tujuan masing-masing. Di bawah ini mang Okim salinkan pesan-pesan sms tersebut yang dengan tambahan penjelasan di beberapa gambar, insyaallah rekan-rekan dapat menyimpulkan  sendiri hasil peninjauan mang Okim dan rombongan (  ternyata kegiatan penggalian G. Lalakon terekam juga oleh Staf khusus istana yang kemudian memanggil Pak Agung dan menginstruksikan untuk tidak menutup lubang penggalian karena akan mendampingi kegiatan  operasi penggalian selanjutnya ! ).
Semoga kisah ini dapat menambah wawasan rekan-rekan. Have a peaceful Sunday afternoon.
Salam cinta geologi dan geo-arkeologi,
Mang Okim.
PESAN-PESAN  SMS ( 19 MARET 2011 )
Mang Okim : Bu Nita, kami baru dari penggalian G.Lalakon. Bukti geologi : 100% hipotesis kami benar ( no trace of human culture ). The most urgent thing, lokasinya harus segera diurug , membahayakan Electric Towers Facility. Kalau tidak , bisa jadi masalah hukum. Tolong sampaikan ke Pak Romy. Thanks, Wass, Miko
Bu Nita ( contact person Jakarta ) : Selamat sore pak Miko. Kabar terakhir saya dapatkan tadi malam dari Agung, bahwa kemarin pagi team TS dipanggil ke istana , ke kantor Stafsus . Penggalian akan diteruskan bersama dgn team Stafsus. Hanya itu yg saya tau sampai saat ini. Tapi pesan Bapak akan saya sampaikan ke Agung. Terima kasih
Mang Okim : Silahkan saja, resikonya sangat besar. Bukti2 geologi more than enough. Dari puncak G.Lalakon, saya diskusi dgn Dr.Danny yg ikut penggalian, same opinion. Artikel buat media akan segera disiapkan. Saya harap Pak Romy bisa realistis. Saya hanya mengingat nama besar Bung Karno yg saya kagumi. Rgds, Miko ( Catatan : Pak Romy adalah cucu langsung Bung Karno yang hadir di Gedung Sate dan  tadinya bermaksud  mendukung biaya penggalian ).
Bu Nita : Pak, seperti yg sudah disampaikan juga kepada Pak Lutfi bahwa Pak Romy tidak menyetujui penggalian kemarin tanpa kerjasama dengan Wagub. Jadi TS sudah mengambil jalan sendiri. Kemarin yang bertemu dengan Stafsus istana hanya team TS saja . Barusan SMS bapak sudah disampaikan ke Agung, terimakasih sekali atas perhatian bapak untuk mengingatkan team TS . Memang Ada perintah dr Stafsus untuk tdk menutup penggalian, tapi pendapat bapak akan disampaikan ke Stafsus . Secepatnya Agung akan memberi kabar ke saya. Terimakasih Pak .
Mang Okim : Alhamdulilah kalau Pak Romy tidak terlibat. We’ll go ahead with our plan. Secara hukum, Mas Agung sudah bisa ditindak. Kami tdk tahu apa yg akan segera dilakukan oleh Indonesia Power Saguling setelah tahu ada penggalian yg membahayakan instalasinya. Have a great week end, Miko
Bu Nita : Baik pak , terimakasih atas perhatiannya. Tapi tolong salah satu pertimbangan, bahwa pak Lutfi juga yg meminta agar lubang tidak ditutup dulu karena pak Lutfi dan pak Miko akan jalan2 ke atas. saya sudah menyarankan kepada TS utk menutup lubang tersebut secepatnya setelah dilihat Pak Lutfi dan Pak Miko. Dan jika Stafsus ingin melakukan penggalian kembali, ijinnya diurus oleh Stafsus saja. Semoga tidak perlu ada tindakan hukum ya Pak . Have a great weekend to you too pak! ( Catatan : Pak Lutfi hanya mengabarkan akan meninjau lokasi dan tidak meminta agar lubang penggalian ditutup )
LAMPIRAN  GAMBAR
gambar1
Gambar 1 : G. Lalakon yang seolah piramida simetris, padahal kalau dilihat
dari selatan, bentuknya tidak lagi simetris ( foto ada di file mang Okim )

gambar2
Gambar 2 : Spheroidal weathering dari pelapukan batuan porfir andesit
yang banyak tersingkap di sepanjang jalan setapak ke arah puncak G. Lalakon
gambar3
Gambar 3 : Bongkahan-bongkahan batuan porfir andesit
yang tersingkap menjelang puncak G. Lalakon.

gambar4
Gambar 4 : Lokasi penggalian ( 5mx3mx6m ) di puncak G. Lalakon.
Kami didampingi oleh 2 pengawas dari Indonesia Power.
gambar5
Gambar 5 : Bongkahan batuan andesit porfiri yang ditemukan di penggalian. Tampak jelas
batuan inti dari batuan porfir andesit  yang mengalami kekar tiang ( columnar jointing )

gambar6
Gambar 6 : Lokasi penggalian yang membahayakan fasilitas
menara listrik Saguling dari Indonesia Power ( kemungkinan diurug hari ini ).

Share this article :
 
Support : Amalkan Ilmu Berbagi Untuk Semua | Blog SEO Arul
Copyright © 2013. Amalkan Ilmu Berbagi Untuk Semua - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger